semoga bicara kita tidak (hanya) retoris

sebuah fakta sejarah bahwa hampir semua orang besar itu pandai bicara. fakta lainnya adalah setiap orang besar itu bukan hanya pandai dalam hal berbicara, tapi juga pandai dalam memaknai isi bicaranya. bisa jadi tidak semua bicaranya itu serius, tapi pasti punya hikmah. insight. semoga ‘bicara saya’ yang berbentuk tulisan ini punya insight juga bagi semuanya.

memahami pakem ini, mungkin bagi semua orang yang ingin menjadi orang besar, belajar untuk dapat berbicara dengan baik itu penting. tetapi tetap saja bagi saya, bicara itu bukan apa-apa selain tool. nilai kegunaannya tetap ditentukan oleh orang yang menggunakannya. menjadikan saya juga harus selalu berhati-hati dalam berbicara. berbicara karena perlu, berbicara karena memang itu dibutuhkan. semua ini berdasar pada penafsiran saya yang sederhana atas semua interaksi saya dengan dunia publik, bahwa berbicara itu selalu punya dua indikator, substansi dan urgensi. substansi karena ia akan menunjukkan bobot pengaruh bicaranya. urgensi karena ia akan menunjukkan betapa pentingnya berbicara. kenapa berbicara jadi penting? kenapa tidak diam saja? karena tidak selamanya diam adalah emas.

substansi

substansi adalah satu hal penting yang sering terlupa dalam arus lalu lintas pembicaraan kita setiap hari. idealnya tentu bicara kita adalah cara komunikasi paling umum dalam menginformasikan gagasan kita bagi siapa saja yang bisa mendengar kita berbicara. bisa jadi dalam bicara kita, ada gagasan hebat. atau bisa jadi juga tidak ada gagasan apapun dalam bicara kita. itulah yang saya maksud dengan substansi bicara. pesan yang dikandung dalam bicara.

mereka yang berhati-hati, banyak yang memilih diam ketika susunan logika ucapan dan bicaranya masih mentah dan berpotensi mudharat kalau terucap. bagi saya inilah diam yang emas. diam yang terjadi karena proses olah gagasan verbalnya belum maksimal dan cuma menghasilkan bahan bicara yang rejected.

analogi sederhananya, kalaulah proses berbicara adalah manajemen operasional suatu pabrik manufaktur, penjagaan kualitasnya tentu akan terfokus pada proses pembuatan dan pengujian hasil yang punya standar baku tersendiri sebelum dilepas di pasar. karena setiap hasil produksi pabrik akan jadi bukti terdepan kualitas merek pabrikan tersebut. termasuk ucapan kita, semakin bagus substansi ucapan kita, baik maksud atau bentuk, semakin bagus pula citra ucapan kita, dan itu berarti semakin mudah gagasan kita tersebar karena citra baik tersebut. itu sebabnya, substansi bicara kita adalah prioritas utama sebelum urgensinya.

urgensi

masih tentang citra, satu hal yang ingin saya latih dalam fase hidup saya kali ini adalah mengatur intensitas bicara saya. atau dengan kata lain urgensitas bicara saya.  saya percaya, bahwa ada pengaruh yang menyebar beriringan dengan serangkaian kata yang terucap dalam sebuah ‘bicara’.  semakin banyak ucapan, semakin banyak pula pengaruh yang kita sebar, semakin besar juga citra kita sebagai penyebar pengaruh. seperti layaknya semua hal yang dapat kita ukur, seorang penyebar pengaruh akan selalu punya batasan proporsional dimana ia harus berhenti berbicara, kembali diam, karena diamnya telah kembali menjadi emas.

berbicara atau menyebar pengaruh, sama-sama cara menjadikan diri kita dalam posisi memimpin. dalam posisi ini kita harus sadar betul, existensi kita akan selalu jadi hal sensitif dimata orang lain, terutama bagi teman-teman yang belum mengetahui niat baik kita yang sering kita kenali sebagai musuh. karenanya, kita harus memahami, the man who wants to lead an orchestra, must turn his back to the crowd. begitu kata max lucado. sederhananya, untuk jadi pemimpin dalam kebaikan yang diterima semua orang itu diperlukan kesediaan mengurangi existensinya.

akhir

tujuan besarnya ialah agar setiap kebaikan yang kita pimpin dan utarakan tidak selamanya jadi bukti pamer kita yang retorika semata. tapi murni kerjasama semua pihak yang berniat baik termasuk kita. toh, ada saat dimana memang kita ‘harus’ berbicara karena substansi kita yang kuat sekali sampe peng-pengan bahasa betawinya dan urgensi bicara kita yang suda benar-benar desperately needed bahasa inggrisnya. karena memang, pemimpin itu idealnya pendiam, banyak merenung mengolah substansi bicaranya, sekaligus mencoba menjadikan saat bicaranya jadi langka dan urgent.

sejujurnya saya lupa mengatur ritme tulisan ini. maaf kalau arah tulisannya agak bersilangan. ambil saja yang baiknya. karenanya pula semoga Allah mengampuni kita -terutama saya- yang lemah lagi pelupa ini, atas setiap kesalahan lisan yang terjadi. Allahummaghfir…

_____

ada beberapa video yang saya temukan dalam pencarian saya mengenai metode berbicara. ada beberapa contoh tentang bagaimana gagasan hebat itu bisa dideliver melalui bicara. baik lewat substansi ataupun urgensitasnya.

yang pertama anies baswedan waktu presentasi soal program indonesia mengajar. thrilling.

yang kedua anis matta waktu presentasi soal program 100 pemimpin muda indonesia. ini keren juga.

yang ketiga dari jfk waktu presentasi soal program ambisius antariksa amerika yang keren banget speechnya.

yang keempat dari bung tomo waktu menggerakkan arek2 suroboyo

yang kelima dari bj habibie tentang gagasan pancasila dalam kerangka berfikirnya

yang keenam dari barrack obama soal gagasan united states dalam kampanyenya

yang ketujuh dari martin luther king jr, soal mimpinya tentang amerika yang sudah tidak rasial lagi

yang kedelapan dari malcolm x, soal persatuan diatas warna kulit untuk perubahan kondisi saat itu

yang kesembilan dari syaikh abdullah azzam soal jihad yang fardu ain.

yang kesepuluh dari soekarno ketika ngomong di depan rakyat jakarta pada saat itu. sakti memang. rakyatnya pada diem pas disuruh.

yang kesebelas dari mel gibson di film braveheart. pidato soal kebebasan.

yang keduabelas dari steve jobs, soal hidupnya yang naek turun. keren.

terakhir, yang ketigabelas dari al pacino dari film any given sunday.  fight for every centimeter..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s