Membangun Karakter dalam Marketing di Era New Wave

“…in the future, people can be popular in 15 minutes…”

-Andy Warhol-

Di era New Wave, tidak dapat di hindari bahwa internet telah menjadi semacam bahasan dan faktor yang umum. Terlebih ketika kehadirannya yang lebih dari sekadar rekreatif namun juga punya manfaat yang positif. Terutama di bidang marketing secara umum.

Cepat Terkenal, Cepat Tenggelam

Kehadiran internet yang dirasa amat bermanfaat ini, terus berkembang hingga dalam beberapa konteks bahasan, internet jadi amat sentral dan berpengaruh. Luar biasanya, pengaruh itu terpolarisasi ke beberapa bidang umum, seperti politik, dimana beberapa kebijakan bisa dipengaruhi oleh dinamika publik di internet dan ekonomi, dimana konsep marketing jadi benar-benar rumit karena konsumen yang kini terkoneksi satu sama lain (networked costumers).

Karena internet pula, testimoni seorang seniman tahun 1960an, Andy Warhol, jadi kenyataan. Dalam waktu yang cukup singkat, seseorang atau sesuatu dapat terkenal melalui beberapa kemungkinan yang disediakan oleh internet itu sendiri. Walaupun dalam waktu yang singkat pula, reputasinya akan hilang begitu saja.

Manusia dan Merek

Perlu untuk diingat, bukan hanya manusia yang dapat menjadi populer melalui internet, melainkan merek/brand juga dapat mendapat reputasi yang cukup baik. Melalui facebook, twitter ataupun fasilitas jejaring social lainnya, kini sarana maya ini dimanfaatkan pula oleh pebisnis dan marketer untuk menyebar pengetahuan tentang merek yang mereka jual. Walaupun, sekali lagi efeknya semu dan cepat hilang.

Lebih jauh, jika kita menghususkan perhatian pada pop marketing, dimana internet hadir sebagai media utama, maka identitas tidak terlalu ditentukan oleh nama atau ‘bungkusnya’ melainkan isi atau konten dari produk itu sendiri (karakter produk)

Karakter, Kunci Ketahanan Reputasi

“..Character is like a tree and reputation like its shadow. The shadow is what we think of it; the tree is the real thing..”

-Abraham Lincoln-

Hermawan Kartajaya sebagai salah satu pakar marketing dunia, dalam salah satu tulisannya memberikan sebuah pandangan bahwa konsep membangun merek (brand building) masih belum cukup untuk bisa menjadikan merek dari produk anda sustainable, namun diperlukan pula proses pembangungan karakter (character building).

Dengan menjadikan merek memiliki karakter, layaknya manusia, merek yang memiliki karakter (apapun itu karakternya) dapat menjadikan reputasinya punya daya ketahanan yang lebih.

Membangun karakter, jauh lebih sulit dibanding sekadar membangun reputasi. Tentunya karakter harus memenuhi criteria yang dapat menjadikannya though, yakni authentic (orisinil), contagious (cepat menular), serta warm (hangat) dimata para costumers.

Lalu bagaimana anda membangun karakter merek anda?

Referensi:

–         Crowd, marketing becomes horizontal, Seth Godin

–         Brand Tidak Ada Gunanya Tanpa Karakter, Hermawan Kartajaya

–         Era Matinya Gaya Pemasaran Lama, Hermawan Kartajaya

3 pemikiran pada “Membangun Karakter dalam Marketing di Era New Wave

  1. Ping balik: Bloggers @ MarkPlus Conference 2010 | Deddy Andaka 's Blog

  2. Ping balik: MarkPlus Conference 2010 free ticket winners is out! by Dhe Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s