waspadai disorientasi dukungan ke gaza

adnan mubarak , Jakarta 19 muharram 1430 h

setelah beberapa minggu masa penyerangan militer israel zionis ke gaza. dapat kita amati kondisi dan sikap di beberapa negara di dunia cukup beragam, ada yang menolak invasi, membiarkan invasi, dan bahkan mendukung invasi (naudzubillah)

dalam setiap kebijakan dan pernyataan sikap mereka pun dilandasi oleh berbagai pertimbangan dan kepentingan. entah atas dasar sosial, ekonomi, dan politik.
sikap internasional yang terwakilkan oleh PBB tetap menolak invasi namun terkesan setengah-setengah. jadinya PBB tak bisa diharapkan.

Indonesia pun berada dalam blok negara penentang invasi, namun didalam negeri sikap pemerintah sungguh sangat ‘jahat’. ketika bapak presiden mengomentari wacana pengiriman sukarelawan jihad ke gaza oleh beberapa ormas dengan sebutan langkah gegabah. sungguh keterlaluan jika niat yang mulia dianggap sebagai sebuah kecerobohan.
dalam pelaksanaan pemerintahannya pun pemerintah kita tidak terlalu concern dengan konflik palestina israel. maka, adakah yang sebenarnya mungkin melatarbelakangi sikap pemerintahan ini terhadap gaza selain alasan kemanusiaan?

Indonesia negara dengan ketergantungan akan energi (60% minyak indonesia ialah impor) juga punya sikap yang membingungkan. setelah sebelumnya mengecam dan mengirim bantuan ke gaza. indonesia ikut tenggelam dalam euphoria turunnya harga minyak internasional hingga dibawah USD $ 60 per barrell. bahkan kelihatannya pemerintahan yang sedang berkuasa mulai mejadikannya isu tebar pesona. sebagai bentuk keberhasilan menurunkan harga BBM. namun pemerintahan pun masih gelisah ketika menyadari bahwa sesungguhnya konflik di gaza kini bisa jadi akan mengembalikan harga minyak dunia kembali di atas USD $ 100. jika tidak cepat di hentikan.

jika hal tersebut terjadi, maka kemungkinan besar sikap para politisi israel akan menyebar ke indonesia, memanfaatkan gaza hanya sebagai isu politik. sungguh ironis!

beberapa masa yang akan datang, Indonesia akan dihadapkan pada sebuah agenda politik nasional bertajuk pemilu. tak khayal, berbagai partai politik pun punya ‘sikap’ tersendiri dalam menanggapi invasi gaza. banwaslu selaku lembaga yang berwenang atas pelaksanaan pemilu yang sehat, adil dan bersih pun mulai mencurigai sikap berbagai partai politik.

mungkin tidak salah bagi banwaslu untuk mencurigai partai politik yang sering mengadakan aksi palestina (walaupun sebenarnya tuduhan tersebut tak berdasar) karena memang tugasnya untuk menjaga agar pemilu tetap fair. tapi dapat menjadi pertimbangan untuk banwaslu mengenai semangat solidaritas bangsa indonesia bisa dikatakan dihargai rendah oleh pemerintah diwakili oleh banwaslu.

untuk partai politik tersebut (sebut saja PK-Sejahtera no.8) agar mampu menarik kesimpulan dari sikap pemerintah-pemerintah dunia dan asas2 mereka yang mayoritas utilitarian, maka selayaknya kita tidak berhenti hanya karena halangan kecil dan kondisi yang menekan. karena niat kita yang mulia, menyelamatkan para korban invasi gaza dari tirani kaum yahudi zionis yang dimurkai oleh Allah azza wa ja’alla. bersihkan niat, rapatkan barisan, dan dukung terus palestina.

bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada!

wallahu’alam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s