Agresi gaza, tanda kebuntuan PBB

Adnan Mubarak, Jakarta 15 muharram 1430 h

pada masa2 setelah perang dunia ke 2 telah berakhir, terbentuklah sebuah organisasi tingkat dunia yang didirikan oleh negara2 pemenang perang (sekutu&amrik). dipublikasikan memiliki tujuan umum yang mulia, yakni menggalang negara-negara di dunia untuk menjaga perdamaian dunia.

itulah PBB, sebuah organisasi penerus liga bangsa-bangsa (LBB) yang sebelumnya pernah memberikan mandat kepada britania raya untuk mengadministrasikan wilayah palestina dikarenakan kekhalifahan ustmani mengalami kekalahan pada perang dunia kesatu.

namun kekecawaan berat negara-negara muslim terjadi ketika kemudian PBB secara sepihak memberikan pembagian atas wilayah palestina. walau hanya berpenduduk 30% dari total penduduk palestina, kaum yahudi mendapatkan wilayah sebesar 55%. dan kota yerusalem (al Quds) dinyatakan sebagai wilayah internasional.

serentak pada sehari setelah amerika dan sekutunya mengakui kemerdekaan israel (padahal masih belum memiliki batas wilayah yang jelas) negara-negara muslim di sekitarnya pun memperlihatkan aksi konfrontasi secara militer berbentuk perang. namun karena dukungan materi dan peralatan militer yang cukup deras dari negara-negara sekutu. peperangan pun akhirnya dimenangkan oleh israel. bahkan kemudian secara tidak manusiawi mengusir penduduk palestina dari kampung halamannya dengan mencaplok 70% bagian wilayah palestina.

sungguh tragis dan ironis, bagi bangsa palestina. kampung halaman mereka tercinta, telah dijajah dan di permainkan di lingkup internasional.

kini, organisasi sebesar PBB (dengan 192 negara anggota) terkesan ‘melempem’ ketika dihadapkan pada invasi gaza. keterdiaman inipun ternyata mampu menular. negara-negara di dunia hanya bisa mengecam tanpa mampu memanfaatkan pengaruhnya secara politik (ex :pemutusan diplomasi), ekonomi (ex :embargo) ataupun militer (ex :pengiriman pasukan).

tiap kali dunia dilanda masalah kemanusiaan, entah di rwanda, timor, lebanon kerap kali PBB menjalankan tugasnya dengan baik, namun khusus untuk palestina karena pemberian hak istimewa pada beberapa anggota, PBB tidak mampu memberikan solusi apa-apa.
bahkan telah jelas bahwa PBB telah gagal dan bahkan merupakan pihak yang memulai seluruh konflik palestina (coba liat di atas).

sebagai seorang pemuda indonesia, saya mengharapkan agar negara ini mau untuk mengulang sejarah, dimana indonesia adalah negara pertama di dunia yang menyatakan keluar dari keanggotaan PBB karena sikap PBB yang begitu berpihak pada barat.

mungkin jika hal itu terjadi (indonesia mau keluar dari PBB) kemungkinan didepan ialah kepercayaan akan negara-negara anggota diluar barat pun akan menurun dan pada akhirnya mau tidak mau, PBB harus bubar karena alasan yang cukup rasional yakni gagal menjalan kan tugas utama, menjaga perdamaian dunia.

wallahu alam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s